Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Rakyat Pinunjul Dipakai dalam Paripurna Hari Jadi Kuningan, Waroeng Rakyat Pertanyakan Identitas Penghargaan

49
×

Rakyat Pinunjul Dipakai dalam Paripurna Hari Jadi Kuningan, Waroeng Rakyat Pertanyakan Identitas Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-528 Kuningan diwarnai polemik terkait pemberian penghargaan kepada lima tokoh masyarakat.

Founder Komunitas Waroeng Rakyat Kuningan, Dede Awaludin, mempertanyakan munculnya istilah “Masyarakat Pinunjul” dalam agenda tersebut. Pasalnya, lima sosok yang ditampilkan merupakan penerima penghargaan Rakyat Pinunjul, sebuah ajang apresiasi yang sebelumnya digagas dan diselenggarakan oleh Komunitas Waroeng Rakyat.

Dede mengatakan, Rakyat Pinunjul sejak awal dirancang sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat akar rumput yang dinilai memiliki kontribusi dan keteladanan di lingkungannya.

Baca Juga :  Dandim 0617/Majalengka Hadiri Sertijab Danyonif 321/GT/13/1 Kostrad: Letkol Inf Fandy Dharmawan Resmi Gantikan Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu

Penghargaan tersebut diberikan dalam lima kategori, yakni Guru Pinunjul, Buruh Pinunjul, Petani Pinunjul, Pedagang Pinunjul, dan Marbot Pinunjul.

“Lima kategori ini kami anggap mewakili masyarakat bawah. Kami tidak bisa melakukan ini sendiri, sehingga menggandeng panelis agar proses penilaiannya objektif,” ujar Dede, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, proses seleksi penerima penghargaan tidak dilakukan secara singkat. Tahapan mulai dari pendaftaran, seleksi hingga penetapan pemenang berlangsung sekitar empat bulan dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat dan pihak yang memiliki kompetensi.

Dede menegaskan, kegiatan Rakyat Pinunjul merupakan inisiatif murni Komunitas Waroeng Rakyat dan tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Kuningan. Seluruh pembiayaan berasal dari gotong royong keluarga besar komunitas.

Baca Juga :  Wabup Tuti Andriani: Pemda Kuningan Siap Gelar Media Gathering, Perkuat Sinergi Pers untuk Pemberitaan Berimbang

Karena itu, ketika kelima penerima penghargaan tersebut kembali ditampilkan dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Kuningan, pihaknya pada dasarnya menyambut baik.

Menurut Dede, semakin luas masyarakat mengenal para penerima penghargaan justru akan memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui Rakyat Pinunjul.

Namun, keberatan muncul ketika penghargaan tersebut dalam narasi acara disebut sebagai “Masyarakat Pinunjul”, bukan Rakyat Pinunjul. Terlebih, sosok yang ditampilkan disebut merupakan lima orang yang sama dengan penerima penghargaan Rakyat Pinunjul.

Baca Juga :  Arahan Dandim 0617/Majalengka: Babinsa Harus Jadi Ujung Tombak di Lapangan

“Kami bahagia karena bagi kami nilai itu akan menyebar lebih luas ke masyarakat. Tetapi dalam prosesnya muncul narasi yang seharusnya Pangajen Rakyat Pinunjul, kemudian berubah menjadi Masyarakat Pinunjul, dengan person yang sama yang kami tampilkan,” ungkapnya.

“Soroti Penggunaan Foto Dokumentasi.”

Polemik semakin mencuat setelah pihak Waroeng Rakyat menemukan foto yang digunakan dalam materi acara paripurna. Dede menyebut foto tersebut merupakan dokumentasi kegiatan Rakyat Pinunjul yang diselenggarakan komunitasnya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin