ELTV SATU || KUNINGAN — Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Orado Kabupaten Kuningan, Hamdan Harismaya, menegaskan bahwa pemahaman aturan menjadi kunci utama dalam kompetisi domino bergaya olahraga prestasi ini. Bahkan, peserta yang tidak memahami regulasi berpotensi langsung dinyatakan kalah oleh wasit.

Hal tersebut disampaikan Hamdan dalam technical meeting yang digelar Jumat (17/4/2026) di D’jons Pool, yang sekaligus dirangkaikan dengan persiapan deklarasi Pengurus Cabang Orado Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2030.
“Technical meeting ini wajib diikuti karena sistem permainan Orado berbeda dengan gapleh biasa. Kalau tidak paham aturan, bisa saja tiba-tiba dinyatakan kalah karena pelanggaran berat,” tegas Hamdan.
Ia menjelaskan, dalam Orado terdapat sanksi yang dibagi menjadi dua kategori, yakni ringan dan berat. Sanksi ringan seperti menjatuhkan batu domino akan berujung pada tambahan 11 poin untuk lawan. Sementara pelanggaran berat, seperti menyatakan “pass” padahal masih memiliki batu yang bisa dimainkan, dapat langsung membuat tim kalah dalam satu set.
“Di permainan biasa mungkin santai, batu bisa diambil lagi tanpa konsekuensi. Tapi di Orado, semua ada aturannya. Bahkan komunikasi atau memberi kode ke pasangan juga bisa kena sanksi,” ujarnya.
“32 Peserta Senior, Junior Masih Tahap Edukasi.”
Hamdan memaparkan, Kejurkab tahun ini diikuti 32 peserta kategori senior atau 16 tim yang akan bertanding di delapan meja. Sementara kategori junior diikuti delapan peserta atau empat tim yang dimainkan dalam format eksibisi.
“Junior masih tahap pengenalan dan edukasi. Mereka rata-rata pelajar usia 14 sampai 18 tahun dari beberapa sekolah seperti SMP 7 dan SMP Luragung,” jelasnya.


















