Sistem pertandingan menggunakan format gugur, dengan satu set terdiri dari beberapa ronde hingga salah satu tim mencapai minimal 101 poin. Dalam setiap giliran, pemain diberi waktu maksimal 30 detik untuk mengambil keputusan.
“Kalau melebihi waktu akan diberi teguran. Jika berulang, ada sanksi berupa tambahan poin untuk lawan,” tambahnya.
“Sekaligus Deklarasi Pengurus Baru Orado Kuningan.”
Tak hanya membahas teknis pertandingan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi organisasi Orado di Kuningan dengan rencana deklarasi pengurus cabang periode 2026–2030.
Hamdan menyebut, Kejurkab ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bagian dari langkah awal pembinaan dan pendataan atlet.
“Kami ingin memperkenalkan kepengurusan Orado kepada masyarakat, sekaligus menjalankan program kerja pembinaan. Ini juga untuk menegaskan bahwa domino adalah olahraga resmi, bukan permainan yang berkonotasi negatif,” tegasnya.
“Bidik Atlet hingga Level Nasional
Lebih jauh.”
Hamdan mengungkapkan bahwa Kejurkab ini menjadi ajang penjaringan atlet potensial. Data peserta, terutama para juara, akan disimpan sebagai basis pembinaan jangka panjang.
“Juara satu dan dua harus siap jika sewaktu-waktu diminta mewakili Kuningan di kejuaraan yang lebih tinggi. Bahkan yang belum juara pun tetap kami data karena berpotensi menjadi atlet,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa Kuningan sempat tertinggal karena belum sempat mengirimkan wakil ke kejuaraan tingkat provinsi yang telah digelar sebelumnya.
“Ke depan, kami tidak ingin ketinggalan lagi. Bahkan kami sedang mencoba melobi agar bisa mendapatkan kesempatan tampil di kejuaraan nasional melalui jalur khusus,” katanya.
Hamdan memastikan, para atlet yang terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan dari pengurus, termasuk dalam persiapan mengikuti kejuaraan di luar daerah.
“Kami tidak akan melepas begitu saja. Atlet akan didampingi agar benar-benar siap bertanding,” ujarnya.
Dengan kesiapan teknis, aturan ketat, dan pembinaan yang mulai terstruktur, Kejurkab Orado Kuningan diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet domino yang mampu bersaing hingga level nasional.(Heryanto)


















