ELTV SATU || KUNINGAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, menegaskan langkah strategis penguatan UMKM melalui pembangunan ekosistem usaha terpadu usai kegiatan fasilitasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPIRT) di Wisma Permata, Selasa (5/5/2026).
Toni menyampaikan, pihaknya tengah merancang segmentasi pelaku UMKM agar pembinaan lebih terarah dan berkelanjutan. Segmentasi tersebut akan membagi pelaku usaha ke dalam beberapa kelas, yakni sektor produksi, penyediaan bahan baku, serta pemasaran dan pengemasan.
“Segmentasi ini penting agar pelaku UMKM bisa tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang sehat. Kita ingin menghindari penumpukan usaha pada komoditas yang sama di satu wilayah yang justru menyulitkan pemasaran,” ujarnya.
Saat ini, Diskopdagperin tengah melakukan pemetaan menyeluruh sebagai dasar implementasi ekosistem tersebut, sehingga setiap pelaku usaha dapat menempati peran yang sesuai dalam rantai ekonomi.
Di sisi lain, program pelatihan melalui fasilitasi SPIRT tahun 2026 menargetkan 300 pelaku UMKM baru. Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam tiga gelombang guna menjaga efektivitas dan kualitas pembelajaran.


















