ELTV SATU ||| CERPEN – Di tengah rimbunnya hutan Kalimantan, Surya, Pak Tua, dan beberapa rekannya memiliki kebiasaan berburu setiap pekan. Kegiatan itu awalnya berlangsung menyenangkan. Mereka berjalan bersama, menyusuri hutan, mencari jejak buruan, lalu pulang dengan membawa hasil yang diperoleh.
Pada minggu pertama, Surya tidak keberatan ketika diminta membantu mengangkat hasil buruan. Baginya, saling membantu adalah bagian dari kebersamaan. Minggu berikutnya pun ia masih bersedia. Namun, ketika kebiasaan itu terus berulang hingga minggu ketiga, Surya mulai menyadari sesuatu. Setiap kali berburu, selalu dirinya yang diperintah membawa hasil buruan, sementara yang lain berjalan tanpa beban.
Suatu hari, setelah perburuan selesai, Pak Tua kembali berkata,
Pak Tua: “Surya, angkat lagi hasil buruan itu. Dari dulu juga kamu yang membawa.”
Surya: “Kalau membantu sesekali, tentu tidak masalah, Pak. Tetapi setiap kali berburu, mengapa selalu saya yang harus mengangkatnya?”
Pak Tua: “Sudah biasa begitu. Jangan banyak alasan, bawa saja.”
Surya: “Kebiasaan belum tentu berarti benar. Saya datang sebagai teman berburu, bukan sebagai pembantu yang harus selalu menerima perintah.”
Mendengar jawaban itu, Pak Tua tampak tidak senang.
Pak Tua: “Jadi sekarang kamu tidak mau membantu?”
Surya: “Membantu dan diperintah terus-menerus adalah dua hal yang berbeda. Bantuan lahir dari kemauan, sedangkan perintah yang dipaksakan sering kali menghilangkan rasa hormat.”
Pak Tua: “Kamu terlalu perasa.”












