ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan keluarga. Karena itu, keberadaan Tim Penggerak PKK dinilai menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan strategis daerah, mulai dari stunting, kemiskinan, ketahanan pangan hingga persoalan sampah.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Kuningan di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (28/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, Rektor Universitas Kuningan, para camat, organisasi perempuan, serta ribuan kader PKK dari seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian memberikan penghormatan kepada seluruh kader PKK yang selama ini mengabdikan diri secara sukarela di tengah masyarakat.
“Saya melihat pasukan seragam hijau ini bekerja dalam diam. Mereka mengabdi tanpa gaji, tanpa fasilitas yang memadai, tetapi memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan daerah. Mereka adalah pahlawan masyarakat tanpa tanda jasa,” tegas Bupati.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai apabila pondasi keluarga diabaikan. Keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berdaya menjadi modal utama dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju.
Bupati juga menyoroti masih tingginya angka stunting yang harus menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan, berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), harus benar-benar dievaluasi agar mampu menekan angka stunting secara nyata.
Selain persoalan stunting, Bupati mengingatkan tantangan besar lainnya, yakni meningkatnya produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan yang telah mencapai sekitar 490 ton per hari. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan dukungan aktif kader PKK.


















