Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot, ALAMKU Minta Transparansi Pembiayaan

33
×

Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot, ALAMKU Minta Transparansi Pembiayaan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Rencana perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 di tengah kebijakan efisiensi anggaran menuai sorotan. Inisiator Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU), Imam Royani, meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan terbuka mengenai sumber pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan.

Sorotan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menggelar perayaan ulang tahun secara besar-besaran dan mengarahkan anggaran untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Menurut Imam, jika Pemkab Kuningan menyatakan seluruh kegiatan Hari Jadi ke-528 digelar tanpa menggunakan APBD, maka klaim tersebut harus disertai transparansi. Publik, kata dia, berhak mengetahui siapa pihak yang memberikan dukungan, berapa nilainya, serta untuk kegiatan apa dana tersebut digunakan.

Baca Juga :  Bersihkan TPS Liar, Wabup Jigus Ajak Masyarakat Sadar Kebersihan

“Kalau memang tanpa APBD, silakan. Bahkan bagus. Tapi harus benar-benar tanpa APBD. Jangan APBD tidak keluar melalui pintu utama, kemudian uang keluar melalui pintu lain dengan nama urunan,” tegas Imam, Senin (24/8/2026).

Imam mengaku mendapat informasi dari sejumlah kepala SKPD terkait adanya sinyal kontribusi atau “urunan” untuk mendukung kegiatan seremonial Hari Jadi. Namun, ia menegaskan pernyataannya bukan tuduhan adanya penyimpangan.

Baca Juga :  Tak Terima Dibangunkan Salat Subuh, Anak Diduga Hantam Ibu Kandung dengan Palu hingga Tewas

“Ini bukan tuduhan. Justru saya meminta pemerintah menjelaskan supaya tidak menjadi prasangka. Kalau memang semuanya transparan, buka saja,” ujarnya.

Ia menilai persoalan akan menjadi serius apabila kontribusi tersebut berasal dari lingkungan perangkat daerah, terlebih jika dilakukan melalui mekanisme yang tidak jelas.

“Kalau kepala SKPD merasa harus urunan, kita harus bertanya. Itu benar-benar sukarela atau ada tekanan? Kalau uang pribadi, harus jelas. Kalau uang kantor, harus ada mekanisme pertanggungjawabannya,” katanya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin