Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Tanam 3 Kali Setahun! Bantuan Irigasi Rp13 Miliar Buka Harapan Baru Petani Majalengka

85
×

Tanam 3 Kali Setahun! Bantuan Irigasi Rp13 Miliar Buka Harapan Baru Petani Majalengka

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan sarana dan prasarana irigasi pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui bantuan Irigasi Pompanisasi (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) dengan total alokasi anggaran lebih dari Rp13 miliar untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka, Eman Suherman saat menghadiri kegiatan Persiapan Penerimaan Bantuan Irigasi Pompanisasi dan Irigasi Perpipaan di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eman menegaskan bahwa bantuan irigasi merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap petani, khususnya yang mengelola lahan tadah hujan dan menghadapi keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.

Baca Juga :  "Menyulam Asa Merangkai Cita" Untuk Kuningan Berdaya

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan perlu didukung kebijakan yang berpihak kepada petani, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk, kepastian harga gabah, hingga penyediaan infrastruktur pertanian yang memadai.

“Kebijakan pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan ditunjukkan melalui berbagai macam strategi, termasuk kemudahan di bidang pupuk yang sekarang tidak lagi susah dan mahal. Selain itu, harga pembelian gabah kini sangat berpihak kepada petani, dengan harga terendah mencapai Rp 6.500. Hal ini belum pernah terjadi pada periode-periode sebelumnya,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, alokasi bantuan irigasi untuk Kabupaten Majalengka mencapai lebih dari Rp13 miliar yang tersebar di sekitar 80 titik. Bantuan tersebut mencakup berbagai sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SD Tumpah Ruah di Jambore Ranting Kadipaten, Danramil Kapten Dedem Turun Langsung!

Adapun alokasi bantuan teknis untuk irigasi pompanisasi mencapai Rp155,7 juta per unit, sedangkan irigasi perpipaan sebesar Rp97 juta per unit.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP), dari yang sebelumnya berada pada angka IP 1 atau 1,7 menuju IP 3, sehingga petani berpeluang melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

“Langkah ini penting agar target Indeks Pertanaman kita bisa meningkat dari IP 1 atau 1,7 menuju IP 3. Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar mengelola dan merawat sarana irigasi dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah harus dipandang sebagai aset bersama yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI Siap Bantu Percepatan SPAM Cibeureum Kuningan, Dorong Penyelesaian Lahan Perhutani

“Saya ingatkan agar kelompok tani mengelola dan menjaga bantuan ini dengan rasa memiliki (sense of ownership), bukan sekadar mencari keuntungan, agar nilai manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Selain melalui bantuan irigasi, upaya menjaga ketersediaan air pertanian juga dilakukan melalui pembangunan sodetan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Bupati mengapresiasi hasil penanganan kekeringan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal rentan mengalami kekurangan air, khususnya Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh.

Melalui upaya tersebut, luas panen di wilayah yang biasanya hanya sekitar 500 hektare disebut meningkat menjadi 2.000 hektare.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin