ELTV SATU ||| Majalengka — Program Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) pada segmen jalan Heuleut, Kecamatan Leuwimunding – Patuanan, Kecamatan Leuwimunding, kembali menjadi sorotan warga. Pasalnya, kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan dilaporkan mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Hal tersebut mencuat pada Rabu, 8 Januari 2026.

Kerusakan tersebut sebelumnya telah diberitakan oleh ELTV Satu Biro Majalengka pada 27 Desember 2025 dengan judul “Aspal Baru Diduga Mengelupas”. Namun, meski sempat dilakukan perbaikan, kondisi jalan justru kembali rusak dan dinilai semakin parah.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, Paket CXVIII (Seratus Delapan Belas) dengan Nomor SPK 000.3.2/118/SPK/DAU/BM/PUTR/2025. Jenis pekerjaan berupa Pemeliharaan Jalan Heuleut–Waragati, berlokasi di Kecamatan Leuwimunding, dengan nilai anggaran sebesar Rp 398.273.900, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kalender, dengan pelaksana kegiatan CV Sampurna Karya Raya, beralamat di Lingkungan Mukti Asih RT 015 RW 008, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Keluhan dan Kekecewaan Warga:
Sejumlah warga setempat menyampaikan keluhan melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Biro ELTV Satu Majalengka, disertai bukti foto dan video kondisi jalan yang rusak. Warga mengaku kecewa karena jalan yang baru selesai dikerjakan sudah kembali mengelupas.
Menurut warga, kerusakan tersebut sebenarnya sempat diperbaiki sebelum pergantian tahun 2026. Namun hasil perbaikan dinilai tidak maksimal dan justru memperparah kondisi jalan, sehingga dianggap terkesan membuang anggaran.
“Daerah Heuleut Leuwimunding, jalan raya Heuleut–Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding. Itu akibat awal atau dasar penambalannya asal-asalan, tidak pakai perekat. Saat menggelar hotmix juga di musim hujan. Pemakaian alat juga cuma satu alat hanya memakai slender. Tidak menggunakan alat Finisher, makanya hasilnya cepat hancur lagi,” ungkap seorang warga kepada ELTV Satu, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, meski kerusakan dini pertama yang terjadi sekitar tiga hari setelah pekerjaan selesai sempat diperbaiki melalui tambal sulam sebelum tahun baru 2026, itupun hanya menggunakan alat Baby Roller. Namun pada 3 Januari 2026 jalan tersebut kembali rusak, bahkan lebih parah dari sebelumnya.












