Sementara itu, rasa syukur mendalam juga dirasakan oleh Yanto, jemaah asal Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, yang berangkat bersama istrinya, Emi.
Sesaat setelah turun dari bus dan bertemu kembali dengan keluarga, Yanto tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku selama menjalani ibadah haji selalu menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT.
“Sudah pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Kami hanya berusaha menjalankan ibadah sebaik mungkin. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan dan kepercayaan sehingga kami bisa pulang kembali ke Indonesia dengan selamat,” tutur Yanto penuh syukur.
Didampingi sang istri, Emi, Yanto mengaku perjalanan haji yang mereka jalani menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup.
Kepulangan pasangan suami istri tersebut disambut hangat keluarga yang telah menanti sejak pagi di kawasan KIC. Tangis haru dan pelukan penuh kerinduan mewarnai pertemuan kembali setelah lebih dari sebulan berpisah.
Kisah Jamaludin, Yanto, dan Emi menjadi bagian dari mozaik perjalanan para tamu Allah yang pulang membawa predikat haji. Di balik kelelahan perjalanan panjang dari Tanah Suci, tersimpan rasa syukur yang mendalam karena dapat kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Hari itu, Kuningan Islamic Center bukan hanya menjadi tempat penyambutan jemaah haji, tetapi juga menjadi saksi bertemunya kerinduan, air mata kebahagiaan, dan ungkapan syukur atas perjalanan spiritual yang telah mengubah banyak hati.
“Alhamdulillah, kami berangkat sebagai tamu Allah dan hari ini kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman, pelajaran, serta harapan menjadi pribadi yang lebih baik,” menjadi pesan yang tersirat dari wajah-wajah bahagia para jemaah yang pulang ke kampung halamannya.(Heryanto)


















