“Dengan adanya lokasi yang terpusat, masyarakat akan lebih mudah melihat dan membeli produk UMKM. Mudah-mudahan Ramadan ini menjadi bulan yang penuh berkah bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan,” tambahnya.
Keberadaan pasar dadakan Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi sarana mencari rezeki bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal serta wadah promosi produk unggulan daerah.
Sementara itu, Yayat Hidayat, warga setempat sekaligus koordinator pedagang dadakan, turut mengapresiasi aktivitas warung dadakan berburu takjil di sepanjang Jalan Ir. Soekarno, meski diakuinya kerap menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
Namun demikian, Yayat menyayangkan adanya rencana pemindahan para pedagang ke Alun-alun Kelurahan Purwawinangun. Menurutnya, kebijakan tersebut dikhawatirkan dapat mematikan rezeki dan perekonomian pedagang kecil yang hanya memanfaatkan momen Ramadan setahun sekali.
“Kalau memang akan dipindahkan, seharusnya ada kompensasi untuk para pedagang. Jangan hanya memindahkan saja tanpa solusi,” tegasnya.
(Heryanto)


















