Selain mendukung penanganan kanker anak, Asep juga menjelaskan pihaknya tengah menggencarkan program deteksi dan pencegahan stunting bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kuningan.
Melalui kegiatan deteksi di lapangan, telah ditemukan puluhan balita yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu intervensi yang dilakukan adalah pemberian telur selama tiga bulan kepada balita yang terindikasi mengalami stunting, kemudian dilakukan pengukuran ulang berat badan dan tinggi badan untuk mengevaluasi perkembangan mereka.
Program tersebut berjalan berkat dukungan para peternak dan pelaku usaha yang memberikan bantuan secara sukarela tanpa menggunakan anggaran APBD.
“Kami ingin Kuningan menjadi kabupaten yang sehat. Penanganan stunting maupun kanker anak membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai perbedaan tumor dan kanker, Asep menjelaskan bahwa tidak semua tumor bersifat ganas. Namun kanker merupakan tumor ganas yang memerlukan penanganan medis secara serius.
“Yang terpenting adalah deteksi dini. Jika diketahui sejak awal, peluang untuk sembuh jauh lebih besar,” pungkasnya.(Heryanto)


















