Ia mengakui dukungan anggaran daerah melalui APBD masih memiliki keterbatasan. Namun, Pemkab Kuningan berkomitmen meningkatkan perhatian terhadap atlet dan cabang olahraga secara bertahap.
“Kami mohon maaf jika dukungan belum maksimal. Ke depan, seiring membaiknya APBD, perhatian terhadap atlet dan cabor akan terus ditingkatkan,” katanya.
Bupati juga menyoroti fenomena perpindahan atlet berprestasi ke daerah lain akibat minimnya jaminan masa depan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera diatasi.
Sebagai solusi, Pemkab mendorong kebijakan afirmatif, termasuk membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan perhatian khusus, seperti rekrutmen melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kebijakan strategis lainnya.
“Saya ingin ada keberpihakan. Atlet berprestasi harus kita jaga. Jangan sampai mereka justru membela daerah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Edward T. Panjaitan, menekankan pentingnya membudayakan olahraga sebagai fondasi lahirnya atlet berprestasi.
“Olahraga tidak harus selalu kompetisi. Yang penting masyarakat aktif bergerak, minimal tiga kali dalam seminggu dengan durasi 60 menit. Dari situ akan lahir bibit-bibit atlet,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk terus mendukung melalui program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) serta membuka peluang kolaborasi dengan Pemkab Kuningan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan dan bantuan kepada atlet, pelatih, serta perwakilan organisasi olahraga. Momentum ini diharapkan memperkuat sportivitas dan budaya hidup sehat, sekaligus melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari Kuningan.(Heryanto)


















