ELTV SATU || KUNINGAN – Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Kabupaten Kuningan dituntut untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui kemandirian ekonomi dan kedewasaan politik. Dua aspek tersebut dinilai menjadi kunci utama agar daerah mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.
Pengamat kebijakan publik dan pemerhati pembangunan daerah, Dadan Satyavadin, mengatakan berbagai gejolak dunia seperti perang dagang, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga persaingan investasi antarwilayah akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap daerah. Karena itu, Kuningan perlu membangun kekuatan dari dalam agar tidak mudah terpengaruh oleh perubahan eksternal.
Menurutnya, kemandirian ekonomi bukan berarti menutup diri dari dunia luar, melainkan kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Kemandirian ekonomi adalah kemampuan daerah memaksimalkan potensi yang dimiliki agar manfaat pembangunan lebih banyak dirasakan oleh masyarakat Kuningan sendiri,” ujarnya.
Dadan menilai sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, serta investasi produktif harus menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan, sektor-sektor tersebut diyakini mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai upaya penguatan ekonomi lokal yang selama ini terus berkembang di Kabupaten Kuningan. Penguatan UMKM, peningkatan produktivitas pertanian, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Namun demikian, Dadan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak akan terwujud tanpa didukung stabilitas politik yang sehat dan kondusif.
Ia menjelaskan, kedewasaan politik tidak diukur dari minimnya kritik terhadap pemerintah, melainkan dari kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kepentingan daerah di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik jangka pendek.


















