Peltu Dedi Suryadi bersama anggota kelompok tani juga mengawal jalannya distribusi air di lapangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan aliran air dimanfaatkan sesuai jadwal yang telah disepakati dan tidak digunakan oleh petani yang lahannya belum memasuki giliran pengairan.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah potensi konflik antarpetani sekaligus menjaga efektivitas distribusi air di tengah kondisi debit irigasi yang terus menurun.
Adapun areal persawahan yang berpotensi terdampak kekeringan mencapai sekitar 68 hektare, meliputi lahan pertanian di Blok Mencos dan Blok Pak Opat, Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Melalui pendampingan ini, Babinsa berharap koordinasi antara petani, kelompok tani, dan pemerintah desa terus terjalin dengan baik sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan serta produktivitas pertanian tetap terjaga. (Pendim_0617/VC)


















