Menurut Tika, terdapat sekitar 39 rumah dengan lebih dari 100 warga di lokasi yang ditinjau. Sementara usulan warga untuk relokasi disebut mencakup sekitar 156 kepala keluarga.
Ia menilai relokasi perlu menjadi opsi serius apabila persoalan pencemaran bau dan dampak lingkungan tidak mampu diselesaikan di lokasi.
“Menurut saya pribadi, iya, relokasi,” tegasnya.
Tika berharap pemerintah daerah bersama BBWS dan instansi terkait segera melakukan kajian menyeluruh serta mengambil langkah konkret. Menurutnya, warga tidak boleh terus dibiarkan menghadapi persoalan lingkungan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Kalau mau mengurangi bau, mau seperti apa? Menguras bendungan?” ujarnya.(Heryanto)

















