Langkah ini diambil karena kebutuhan rehabilitasi sarana pendidikan cukup besar, sementara kemampuan anggaran daerah terbatas. Usulan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan agar penanganan tepat sasaran.
“Target kita bukan hanya gedung yang bagus, tetapi memastikan seluruh anak Majalengka belajar di tempat yang aman, sehat, dan nyaman. Pendidikan adalah investasi masa depan, maka kita akan terus berikhtiar memperjuangkannya,” pungkas Bupati Eman.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menyebut program revitalisasi mencakup 130 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Perbaikan menyasar ruang kelas, toilet, ruang UKS, dan sarana pendukung lainnya secara menyeluruh.
“Fasilitas yang baik memberi ruang bagi guru mengajar lebih optimal sekaligus memberi kenyamanan bagi siswa. Harapannya, program ini membawa manfaat langsung: anak nyaman, guru leluasa mengajar, dan seluruh warga sekolah aman beraktivitas,” ungkapnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari para orang tua. Siti, warga Banjaran, mengaku senang melihat perubahan kondisi sekolah anaknya. “Anak lebih semangat berangkat sekolah. Kami pun tenang melihat fasilitas yang memadai. Semoga terus berlanjut,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Dedi, warga Palasah, yang berharap perbaikan diikuti pemeliharaan berkelanjutan. “Fasilitas bagus harus dijaga bersama — sekolah, siswa, guru, dan masyarakat — agar manfaatnya dirasakan jangka panjang,” katanya.
Revitalisasi ini bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di Majalengka. Pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi lintas pihak agar perbaikan fisik diiringi peningkatan mutu, kesehatan, keselamatan, serta perkembangan karakter peserta didik, mewujudkan visi Majalengka Langkung Sae.(VC)

















