Menurutnya, permainan catur tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menggambarkan bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam kehidupan.
“Dalam kehidupan, setiap keputusan akan menentukan masa depan. Karena itu olahraga catur membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kecermatan untuk mencapai kemenangan,” ujarnya.
Secara ilmiah, lanjutnya, permainan catur mampu melatih kemampuan kognitif, meningkatkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis. Ia menilai tidak heran jika banyak pecatur terlihat tenang dan tidak banyak bicara, karena yang bekerja adalah pikirannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Catur Forwades Cup, Gusbur, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti turnamen mencapai 78 peserta, dari sekitar 200 pendaftar yang tercatat.
Ia berharap ke depan turnamen catur ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang didukung oleh Percasi.
“Harapannya dari turnamen ini akan lahir atlet-atlet catur muda yang mampu membawa nama baik Kabupaten Kuningan di berbagai kejuaraan,” pungkasnya. (Heryanto)


















