Bupati meminta seluruh perangkat daerah mengoptimalkan pemetaan kawasan rawan bencana, menyiapkan posko darurat, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat.
Selain itu, edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi mandiri, serta penguatan sistem peringatan dini harus terus dilakukan. Perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, juga menjadi perhatian utama.
Dian turut mendorong aksi pencegahan melalui pembersihan saluran air, normalisasi sungai, serta pemeriksaan infrastruktur di kawasan rawan bencana. Ia meminta BPBD memperbarui data dan melaporkan perkembangan situasi secara rutin kepada BNPB dan BPBD Jawa Barat.
Apresiasi Pemusnahan Miras
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dian mengapresiasi Polres Kuningan, Forkopimda, dan instansi terkait atas pemusnahan barang bukti minuman beralkohol hasil operasi penyakit masyarakat (pekat).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menegakkan hukum, menjaga ketertiban, serta melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan minuman beralkohol.
Dian berharap sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Kuningan yang aman, kondusif, serta tangguh menghadapi ancaman bencana.
“Semoga seluruh upaya kesiapsiagaan dan penegakan hukum dapat berjalan optimal demi mewujudkan Kuningan yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi ancaman bencana,” pungkasnya. (Heryanto)

















