ELTV SATU || KUNINGAN – Musibah angin kencang disertai hujan es yang menerjang wilayah Luragung pada Senin (2/11/2026) meninggalkan kerusakan serius di SMPN 1 Luragung. Sebanyak 14 ruangan sekolah terdampak, dengan tujuh ruang kelas membutuhkan penanganan segera agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.

Kepala SMPN 1 Luragung, Drs. Dadang Sutisna, M.Pd., bersama Ketua Komite Sekolah, Ir. H. Yayan Irman Suyana, menyampaikan kondisi tersebut saat ditemui pada Selasa (3/11/2026).
Dadang menjelaskan, kerusakan paling parah terjadi pada bagian plafon yang hancur total di seluruh kelas terdampak. Selain itu, sejumlah bagian bangunan mengalami pergeseran, sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya.
“Dari tujuh ruang kelas yang terdampak, lima kelas kondisi konstruksi kayunya sudah tidak layak dan harus diganti. Sementara dua kelas lainnya masih perlu disurvei kembali untuk memastikan apakah masih bisa digunakan atau tidak,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus segera mencari solusi agar proses pembelajaran tidak terhenti. Sejumlah alternatif tengah dipertimbangkan, mulai dari pembelajaran daring, penggabungan rombongan belajar, hingga pemanfaatan ruangan lain yang masih tersedia.
Namun, upaya tersebut tidak mudah. Sebagian besar ruangan alternatif sudah digunakan untuk kebutuhan pembelajaran lainnya, sehingga sekolah perlu mengatur kembali penggunaan ruang secara cermat.

















