Dian berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan keterampilan.
“Anak-anak Kuningan harus diberikan kesempatan untuk berkembang, bukan hanya berada di level operasional, tetapi ke depan juga mampu menempati posisi manajemen,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak para investor yang hadir di Kuningan untuk membangun komunikasi dan hubungan baik dengan lingkungan sekitar agar keberadaan usaha menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah terus membuka ruang investasi melalui regulasi yang mendukung, sementara masyarakat juga perlu mempersiapkan diri agar mampu mengambil peluang dari perkembangan ekonomi tersebut.
“Kuningan tidak akan berkembang jika hanya pemerintah yang bergerak. Kita harus menjalankan konsep pentahelix, di mana pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak lainnya bergerak bersama,” jelasnya.
Dian meyakini dengan sinergi semua pihak, perekonomian Kuningan akan semakin kuat, daya beli masyarakat meningkat, serta daya saing daerah terus mengalami perbaikan.
Ia menyebutkan, berdasarkan indikator daya saing daerah, Kuningan berada pada posisi yang cukup tinggi secara nasional.
“Indeks daya saing Kuningan berada di peringkat 14 nasional. Ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi kita semakin menjanjikan dan menjadi modal untuk terus membuka peluang investasi,” tuturnya.
Bupati menegaskan, menciptakan Kuningan sebagai daerah yang ramah investasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Investasi yang masuk bukan hanya tentang pertumbuhan usaha, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan warga Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)


















