“Untuk penanganan kesehatan, kita sudah instruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan. Pertama, kita mengirimkan tenaga medis dan ambulans untuk bersiaga di lokasi,” ungkapnya.
Selain ambulans dan petugas medis, sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar wilayah TPSA Ciniru juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan kesehatan terhadap petugas maupun masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
“Kita juga menyiapkan Puskesmas di sekeliling sana untuk mengantisipasi barangkali ada dampak dari kebakaran terhadap warga sekitar,” jelas Dian.
Ia menyebutkan, hingga Jumat, pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya warga yang mengalami dampak kesehatan akibat kebakaran, seperti gangguan pernapasan atau keluhan lainnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena asap dan kondisi lingkungan akibat kebakaran TPSA berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
“Sampai malam ini saya belum mendapat laporan apakah ada masyarakat yang terdampak dari kebakaran itu, termasuk sesak napas dan sebagainya. Tetapi yang pasti, kita sudah menyiapkan petugas medis di sekitar area tersebut, termasuk untuk mendukung para petugas pemadaman,” tegasnya.
Bupati berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus bekerja sama hingga kebakaran TPSA Ciniru benar-benar dapat dikendalikan. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang serta mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Dian, akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan keselamatan petugas serta masyarakat menjadi bagian utama dalam setiap langkah penanganan kebakaran.(Heryanto)


















