Untuk mencapai target tersebut, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dunia pendidikan, pelaku usaha, sektor perbankan, pelaku pariwisata, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas agar berpartisipasi aktif mendukung Bulan Dana PMI. Ia menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi contoh dalam membangun budaya berbagi.
Selain itu, Bupati mendorong PMI melakukan inovasi dalam sistem penggalangan dana dengan memanfaatkan teknologi digital, salah satunya melalui pembayaran menggunakan QRIS. Menurutnya, langkah tersebut akan mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan donasi secara praktis dan aman.
Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang dihimpun. Kepercayaan masyarakat, kata Bupati, menjadi modal utama agar gerakan kemanusiaan PMI terus mendapat dukungan luas.
“Setiap dana yang terkumpul harus benar-benar dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab karena seluruhnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan, bantuan kebencanaan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Dian berharap Bulan Dana PMI Tahun 2026 mampu menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong di Kabupaten Kuningan. Ia optimistis target penghimpunan dana sebesar Rp900 juta dapat tercapai melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat dari berbagai program kemanusiaan PMI.(Heryanto)


















