ELTV SATU || KUNINGAN – Meningkatnya kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi 1.293 unit pada tahun 2026 belum membuat Pemerintah Kabupaten Kuningan berpuas diri. Pasalnya, masih ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai wilayah yang belum tersentuh program perbaikan dan membutuhkan perhatian bersama.
Hal itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat mencanangkan Program BSPS di Balai Desa Mungkaldatar, Kecamatan Ciniru, Selasa (14/7/2026).
Menurut Bupati Dian, peningkatan kuota BSPS merupakan kabar menggembirakan karena jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, capaian tersebut baru menjadi awal untuk mengejar kebutuhan masyarakat yang masih sangat besar.
“Masih banyak rumah tidak layak huni yang belum tersentuh. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan lebih banyak program dari pemerintah pusat agar semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Bupati menegaskan, rumah layak huni bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi terciptanya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Dari rumah yang layak, anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Ia mengatakan keterbatasan kemampuan APBD menjadi alasan pemerintah daerah harus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Melalui sinergi tersebut, berbagai program pembangunan dapat dibawa ke Kabupaten Kuningan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.


















