“Bantuan ini mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagi penyandang disabilitas agar semakin mandiri dan lansia untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun mendukung usaha,” ujar Dian.
Dian menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas dan keberdayaan masyarakat. Karena itu, Pemkab Kuningan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, Baznas, CSR, dan masyarakat dalam menangani persoalan sosial.
Ia juga menilai program ATENSI sejalan dengan Gema Sadulur, gerakan Pemkab Kuningan untuk memperhatikan kaum dhuafa, lansia, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial.
Terkait Sekolah Rakyat, Dian berharap program tersebut mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.
“Cita-cita anak tidak boleh dibatasi karena kondisi ekonomi orang tuanya,” tegasnya.
Pemkab Kuningan berharap sinergi dengan Kementerian Sosial terus diperkuat agar bantuan dan pelayanan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mendorong mereka bangkit dan hidup lebih mandiri.(Heryanto)


















