ELTV SATU || KUNINGAN – Rangkaian Hari Jadi Kuningan ke-528 tahun 2026 menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Sorotan kali ini bukan terkait kemeriahan acara, melainkan absennya Bupati Kuningan dalam tradisi ziarah ke makam leluhur di Winduherang yang selama ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan.
Pada Kamis (27/8/2026), agenda ziarah ke makam leluhur Kuningan di Kelurahan Winduherang tetap dilaksanakan. Namun, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar tidak hadir secara langsung dan agenda tersebut diwakilkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Kuningan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ziarah tersebut dilakukan ke makam Pangeran Arya Adipati Ewangga dan Pangeran Ramajaksa Patikusuma. Bagi masyarakat Winduherang, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan kepada para leluhur yang memiliki kaitan dengan perjalanan sejarah Kabupaten Kuningan.
“Kenapa Bupati Tidak Ziarah ke Winduherang?”
Ketua Karang Taruna Sang Adipati Kelurahan Winduherang, Angga Septian Nugraha, mempertanyakan ketidakhadiran langsung Bupati dalam tradisi tersebut.
“Ada apakah? Ini tanda tanya besar, kenapa Bupati sekarang tidak ziarah ke Winduherang? Sedangkan di Winduherang sudah jelas makam leluhur Kuningan pertama, Sang Adipati Ewangga,” ujar Angga.
Menurutnya, masyarakat tidak mempermasalahkan kehadiran Ketua DPRD maupun unsur Forkopimda lainnya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Bupati tidak hadir langsung dalam tradisi yang selama ini dilakukan oleh para kepala daerah sebelumnya.
“Bukan pejabat lain atau orang lain tidak boleh ziarah ke Winduherang. Pahami konteksnya. Sejak zaman dahulu, siapa pun Bupatinya di Kuningan, saat menjelang Hari Jadi Kuningan itu pasti ziarah ke Winduherang, bukan mewakilkan,” tegasnya.
Angga menilai perubahan tersebut perlu mendapat penjelasan agar masyarakat tidak menafsirkan sendiri alasan di balik ketidakhadiran Bupati.
“Warga Winduherang Mengaku Kecewa.”
Kekecewaan juga disampaikan Wakil Ketua LPM Kelurahan Winduherang, Drs. H. Udi Suhendi, M.Si. Ia mengaku kecewa karena Bupati tidak hadir secara langsung dalam agenda ziarah tersebut.
“Saya sebagai Wakil Ketua LPM khususnya dan warga masyarakat Winduherang tentunya sangat kecewa dengan terjadinya hal seperti ini,” ungkap Udi.
Ia mengatakan, sepanjang yang diketahuinya, tradisi ziarah ke makam Pangeran Arya Adipati Ewangga dan Pangeran Ramajaksa Patikusuma menjelang Hari Jadi Kuningan selalu dilakukan langsung oleh Bupati.


















