Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Tak Ziarah ke Winduherang, Tradisi Hari Jadi Kuningan ke-528 Dipertanyakan

145
×

Tak Ziarah ke Winduherang, Tradisi Hari Jadi Kuningan ke-528 Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Rangkaian Hari Jadi Kuningan ke-528 tahun 2026 menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Sorotan kali ini bukan terkait kemeriahan acara, melainkan absennya Bupati Kuningan dalam tradisi ziarah ke makam leluhur di Winduherang yang selama ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan.

Pada Kamis (27/8/2026), agenda ziarah ke makam leluhur Kuningan di Kelurahan Winduherang tetap dilaksanakan. Namun, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar tidak hadir secara langsung dan agenda tersebut diwakilkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Kuningan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga :  Diduga Asal-asalan, Proyek Pemeliharaan Jalan Rp1,4 Miliar di Majalengka Mudah Terkelupas

Ziarah tersebut dilakukan ke makam Pangeran Arya Adipati Ewangga dan Pangeran Ramajaksa Patikusuma. Bagi masyarakat Winduherang, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan kepada para leluhur yang memiliki kaitan dengan perjalanan sejarah Kabupaten Kuningan.

“Kenapa Bupati Tidak Ziarah ke Winduherang?”

Ketua Karang Taruna Sang Adipati Kelurahan Winduherang, Angga Septian Nugraha, mempertanyakan ketidakhadiran langsung Bupati dalam tradisi tersebut.

“Ada apakah? Ini tanda tanya besar, kenapa Bupati sekarang tidak ziarah ke Winduherang? Sedangkan di Winduherang sudah jelas makam leluhur Kuningan pertama, Sang Adipati Ewangga,” ujar Angga.

Baca Juga :  Penutupan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kabupaten Cirebon Tahun 2025 Resmi Digelar

Menurutnya, masyarakat tidak mempermasalahkan kehadiran Ketua DPRD maupun unsur Forkopimda lainnya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Bupati tidak hadir langsung dalam tradisi yang selama ini dilakukan oleh para kepala daerah sebelumnya.

“Bukan pejabat lain atau orang lain tidak boleh ziarah ke Winduherang. Pahami konteksnya. Sejak zaman dahulu, siapa pun Bupatinya di Kuningan, saat menjelang Hari Jadi Kuningan itu pasti ziarah ke Winduherang, bukan mewakilkan,” tegasnya.

Angga menilai perubahan tersebut perlu mendapat penjelasan agar masyarakat tidak menafsirkan sendiri alasan di balik ketidakhadiran Bupati.

Baca Juga :  Polres Kuningan Bongkar 12 Kasus Narkoba, 22 Tersangka Diciduk

“Warga Winduherang Mengaku Kecewa.”

Kekecewaan juga disampaikan Wakil Ketua LPM Kelurahan Winduherang, Drs. H. Udi Suhendi, M.Si. Ia mengaku kecewa karena Bupati tidak hadir secara langsung dalam agenda ziarah tersebut.

“Saya sebagai Wakil Ketua LPM khususnya dan warga masyarakat Winduherang tentunya sangat kecewa dengan terjadinya hal seperti ini,” ungkap Udi.

Ia mengatakan, sepanjang yang diketahuinya, tradisi ziarah ke makam Pangeran Arya Adipati Ewangga dan Pangeran Ramajaksa Patikusuma menjelang Hari Jadi Kuningan selalu dilakukan langsung oleh Bupati.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin