“Parkirannya luas dan berada di pinggir jalan raya Cirebon–Kuningan. Mudah-mudahan ke depannya usaha ini bisa berkembang,” ujar Usman.
Meski berasal dari Padang, Usman mengaku sejak lama ingin menghadirkan kuliner khas Sunda. Menurutnya, sajian masakan Padang sudah banyak tersedia sehingga ia tertarik menawarkan pilihan kuliner berbeda bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kuningan.
Sejumlah menu andalan disiapkan, di antaranya gurame bakar dengan siraman bumbu khas, sup iga, serta olahan belut. Dapur Sunda juga menawarkan harga yang terjangkau agar dapat dinikmati berbagai kalangan.
Tak hanya berorientasi pada bisnis, Usman berharap kehadiran rumah makan tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, Dapur Sunda telah mempekerjakan 20 orang tenaga kerja yang seluruhnya merupakan warga Kuningan.
Ia juga berkomitmen memperhatikan kebersihan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan limbah usaha, sebagaimana pesan yang disampaikan Wakil Bupati Kuningan saat menghadiri kegiatan pembukaan.
Dengan konsep kuliner khas Sunda, lokasi strategis, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, Dapur Sunda diharapkan menjadi salah satu pilihan kuliner baru sekaligus ikut mendukung perkembangan sektor wisata dan ekonomi Kabupaten Kuningan.(Heryanto)

















