Saat ini SDN Margabakti memiliki sekitar 165 hingga 167 siswa. Dengan jumlah tersebut, Rika melihat peluang besar untuk mengembangkan sekolah melalui berbagai inovasi yang memadukan pendidikan, kreativitas, budaya dan lingkungan.
Ia mengakui, masih banyak ide dan konsep yang belum sempat diwujudkan. Terlebih, SDN Margabakti pada 2026 mendapatkan program revitalisasi sekolah yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
“Semoga dengan adanya revitalisasi tahun 2026, sekolah kita bisa menjadi lebih nyaman dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar-mengajar yang aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik,” tuturnya.
Rika optimistis, ketika sarana dan lingkungan sekolah semakin mendukung, berbagai gagasan kreatif yang selama ini ada dalam pikirannya dapat mulai diwujudkan.
Ia pun berharap konsep RIMBA bukan hanya menjadi identitas SDN Margabakti, tetapi mampu menjadi warna baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Setelah sekolah aman dan nyaman, insya Allah masih banyak ide dan konsep yang akan saya keluarkan untuk memberikan warna tersendiri bagi SD Margabakti. Mudah-mudahan ini juga menjadi warna bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
Gagasan Sekolah Wisata RIMBA menjadi bukti bahwa kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi dan pembelajaran, tetapi juga ditantang menghadirkan inovasi dengan membaca potensi yang ada di lingkungan sekolah.
Dari alam Margabakti, Rika mencoba membangun identitas baru: sekolah yang belajar dari alam, tumbuh bersama budaya, berlandaskan nilai religius, dan dikemas dengan kreativitas.(Heryanto)

















