Selain itu, ia melihat langsung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan, mulai dari budidaya sayuran, melon, perikanan, peternakan kambing dan ayam, hingga produksi peci bermotif batik Kuningan, roti, serta kegiatan menjahit.
Menurut Sri, program tersebut penting sebagai bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menegaskan pihaknya terbuka terhadap monitoring dan pengawasan dari pemangku kepentingan.
“Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan dan pembinaan sesuai ketentuan, tanpa adanya perlakuan istimewa,” kata Eries.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap fasilitas dan aktivitas warga binaan terus diperkuat untuk menjaga Lapas Kuningan tetap aman, tertib, transparan, dan akuntabel.(Heryanto)

















