Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Kedua tim tetap menunjukkan semangat juang luar biasa dengan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, kokohnya pertahanan serta penampilan gemilang para penjaga gawang membuat skor tetap imbang.
Penentuan juara akhirnya harus melalui babak adu penalti. Dalam momen paling menegangkan tersebut, Proton FC tampil lebih percaya diri dan mampu menjaga ketenangan. Mereka sukses mencetak empat gol dari titik penalti, sementara Hampton FC hanya mampu membukukan tiga gol.
Skor akhir adu penalti 4-3 memastikan Proton FC keluar sebagai pemenang dan berhak mengangkat trofi juara Pro Futsal League 2 2026.
Gelar tersebut menjadi bukti konsistensi, kerja keras, serta mental juara Proton FC sepanjang kompetisi. Sementara itu, Hampton FC tetap layak mendapat apresiasi setelah memberikan perlawanan luar biasa hingga detik terakhir pertandingan.
Kemenangan dramatis ini menjadi catatan emas bagi Proton FC sekaligus menegaskan mereka sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam dunia futsal nasional.(Heryanto)


















