Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi pelaksanaan MQK dan MHM sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi bagi FPP untuk terus mengembangkan kegiatan berbasis pesantren. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kuningan dan Seksi PD Pontren Kemenag Kuningan yang dinilai konsisten mendukung aktivitas organisasi.
Burhanudin mengungkapkan, kepengurusan FPP Kabupaten Kuningan periode saat ini dilantik pada 16 April 2026. Selanjutnya, FPP menggelar rapat kerja pada 23 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dan merancang program yang bermanfaat bagi pesantren.
Antusiasme pondok pesantren dalam mengikuti MQK dan MHM tahun ini, lanjutnya, menjadi sinyal positif bagi pengembangan tradisi keilmuan Islam di Kabupaten Kuningan. Meski persiapan dan waktu pendaftaran relatif terbatas, respons pesantren dinilai sangat baik.
Ke depan, FPP berharap penyelenggaraan kegiatan serupa dapat dipersiapkan lebih matang sehingga jangkauan peserta semakin luas dan kualitas pelaksanaan terus meningkat.
Menutup sambutannya, Burhanudin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan pesantren dapat terus diperkuat untuk melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga warisan keilmuan Islam.
Ia kemudian memohon Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, untuk membuka secara resmi pelaksanaan MQK dan MHM tingkat Kabupaten Kuningan tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, FPP berharap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin kokoh sebagai penjaga tradisi Islam, pembentuk karakter generasi muda, dan mitra strategis pembangunan daerah.(Heryanto)

















