Momentum tersebut juga diwarnai pelepasan pegawai yang memasuki masa purna bakti. Salah satunya Akhmadi, yang telah mengabdi hampir 20 tahun di sektor pertanian. Ia mengawali tugas sebagai POPT pada 2007, kemudian menjadi penyuluh provinsi hingga penyuluh Kementerian Pertanian.

Akhmadi menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada keluarga besar insan pertanian atas segala kekhilafan selama menjalankan tugas.
Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan Forsostan harus menjadi rumah bersama bagi seluruh insan pertanian, tanpa melihat perbedaan instansi.
Menurutnya, insan pertanian kini tersebar pada tiga level pemerintahan, yakni Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk berkolaborasi.
“Sekarang kita berbeda baju, ada Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Tetapi kita tetap satu, yaitu insan pertanian,” tegas Wahyu.
Ia mendorong POPT, PBT, penyuluh dan seluruh insan pertanian untuk bergabung dalam Forsostan. Dengan semakin banyaknya anggota, Forsostan diharapkan tidak berhenti sebagai wadah olahraga dan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang mampu memperkuat pembangunan pertanian Kuningan.
“Satukan semangat, eratkan silaturahmi, perkuat sinergi insan pertanian,” tandasnya.(Heryanto)

















