Dalam sambutannya, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu menyampaikan bahwa keberadaan Goa Jepang merupakan bagian dari sejarah perjuangan rakyat Majalengka melawan penjajahan Jepang dan Belanda.
“Goa Jepang ini dibangun pada tahun 1942 sebagai tempat perlindungan dari serangan penjajah. Atas perintah Bupati Majalengka, kami berkolaborasi dengan OPD terkait untuk menghidupkan kembali nilai sejarahnya agar dapat menumbuhkan semangat patriotisme masyarakat,” ujarnya.
Dandim juga menyampaikan bahwa masih terdapat saksi hidup pembangunan Goa Jepang, salah satunya Bapak Kosim (kelahiran 1930), yang telah diberikan apresiasi berupa bantuan perbaikan rumah. Ke depan, pengunjung akan mendapatkan edukasi sejarah melalui pemandu yang disiapkan.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman, dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian Caffe Goa Jepang merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan kehidupan bermasyarakat, beragama, dan pemerintahan, pasca dirinya dilantik sebagai Bupati.
“Tempat ini merupakan situs bersejarah yang memiliki nilai edukasi tentang perjuangan melawan penjajah Jepang, khususnya di Kabupaten Majalengka. Perbaikan Goa Jepang ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah melalui dana CSR PT Leetek Indonesia,” jelasnya.
Bupati berharap, ke depan lokasi ini dapat dibuka secara umum dan dikelola secara profesional dengan melibatkan dinas terkait, sehingga pengunjung tidak hanya bersantai di kafe, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan sejarah.
“Kami berharap pengelola dapat memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman. Ke depan, pemerintah daerah juga akan terus mencari dan merawat situs-situs bersejarah lain yang belum tertangani,” pungkasnya. (Pendim_0617/ Vicky)


















