Dian menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki kendaraan yang mengalami kerusakan. Namun, keterbatasan anggaran membuat proses perbaikan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Insya Allah, saya ingin pada 2027 mobil-mobil yang sudah rusak kita perbaiki. Kita lakukan secara bertahap,” tegasnya.
Keterbatasan armada tersebut menjadi semakin penting mengingat kejadian kebakaran di Kabupaten Kuningan belakangan ini cukup sering terjadi. Kondisi tersebut juga sempat mendapat dukungan dari pemerintah provinsi melalui bantuan armada, namun sifatnya sementara karena kendaraan juga harus melayani wilayah lain yang mengalami musibah kebakaran.
“Kemarin dari provinsi juga hanya dua hari. Mereka membutuhkan armadanya untuk daerah lain yang mengalami kebakaran,” ungkap Dian.
Ia menambahkan, kejadian kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk kebakaran di kawasan TPSA Ciniru serta peristiwa lainnya, menunjukkan pentingnya kesiapan armada Damkar dalam menghadapi kondisi darurat.
“Ini menghadapi situasi seperti ini, kita memang harus memperkuat kesiapan armada,” pungkasnya.
Pemkab Kuningan berharap pembenahan armada Damkar dapat dilakukan secara bertahap sehingga ke depan pelayanan dan respons terhadap kejadian kebakaran dapat semakin cepat dan optimal, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.(Heryanto)


















