“Ya, menghormati para leluhur, mendoakan almarhum-almarhum senior kita yang pernah berbuat kebaikan untuk kabupaten kita, untuk daerah kita,” ujar Dian.
Ia menegaskan, perjalanan pembangunan Kuningan saat ini tidak terlepas dari perjuangan generasi sebelumnya. Karena itu, nilai-nilai perjuangan dan sejarah tersebut harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Setelah ini kita bisa meneruskan perjuangan-perjuangan para pendahulu kita. Jadi tradisi ini agar tidak terputus sejarah perjuangan para pendahulu kita,” katanya.
Dian mengungkapkan, rangkaian penghormatan terhadap para pendahulu tidak hanya dilakukan dengan berziarah ke makam leluhur. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengunjungi sejumlah makam mantan Bupati Kuningan dan tokoh daerah lainnya.
Sejumlah makam bahkan telah dipersiapkan dan dibersihkan terlebih dahulu untuk mendukung rangkaian ziarah dalam menyambut Hari Jadi Kuningan ke-528.
Bagi Dian, mengenang sejarah bukan berarti hanya melihat masa lalu. Sejarah justru harus menjadi pijakan bagi generasi sekarang dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Ia berharap tradisi ziarah tersebut tetap dipertahankan sehingga generasi muda tidak kehilangan jejak sejarah daerahnya dan dapat mengambil keteladanan dari perjuangan para pendahulu.
“Ini tradisi rutin setiap tahun. Kita ingin sejarah dan perjuangan para pendahulu tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita untuk melanjutkan pembangunan Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)

















