Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot, ALAMKU Minta Transparansi Pembiayaan

128
×

Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot, ALAMKU Minta Transparansi Pembiayaan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Rencana perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 di tengah kebijakan efisiensi anggaran menuai sorotan. Inisiator Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU), Imam Royani, meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan terbuka mengenai sumber pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan.

Sorotan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menggelar perayaan ulang tahun secara besar-besaran dan mengarahkan anggaran untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

Baca Juga :  KKN UIN Sunan Kalijaga Tinggalkan Warisan Literasi di Sagaranten, TBM Diresmikan untuk Cetak Generasi Gemar Membaca

Menurut Imam, jika Pemkab Kuningan menyatakan seluruh kegiatan Hari Jadi ke-528 digelar tanpa menggunakan APBD, maka klaim tersebut harus disertai transparansi. Publik, kata dia, berhak mengetahui siapa pihak yang memberikan dukungan, berapa nilainya, serta untuk kegiatan apa dana tersebut digunakan.

“Kalau memang tanpa APBD, silakan. Bahkan bagus. Tapi harus benar-benar tanpa APBD. Jangan APBD tidak keluar melalui pintu utama, kemudian uang keluar melalui pintu lain dengan nama urunan,” tegas Imam, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  SMP-IT Villa Qur’an Boarding School Buka Penerimaan Peserta Didik Baru 2026/2027, Sediakan Beasiswa Penuh bagi Yatim, Piatu, dan Dhuafa

Imam mengaku mendapat informasi dari sejumlah kepala SKPD terkait adanya sinyal kontribusi atau “urunan” untuk mendukung kegiatan seremonial Hari Jadi. Namun, ia menegaskan pernyataannya bukan tuduhan adanya penyimpangan.

“Ini bukan tuduhan. Justru saya meminta pemerintah menjelaskan supaya tidak menjadi prasangka. Kalau memang semuanya transparan, buka saja,” ujarnya.

Ia menilai persoalan akan menjadi serius apabila kontribusi tersebut berasal dari lingkungan perangkat daerah, terlebih jika dilakukan melalui mekanisme yang tidak jelas.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Rancamulya Gelar Acara Syukuran Makan Bersama Atas Rampungnya Pengecoran Jalan Desa

“Kalau kepala SKPD merasa harus urunan, kita harus bertanya. Itu benar-benar sukarela atau ada tekanan? Kalau uang pribadi, harus jelas. Kalau uang kantor, harus ada mekanisme pertanggungjawabannya,” katanya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin