“Program Rutilahu kami pending terlebih dahulu. Mudah-mudahan tahun depan dapat direalisasikan setelah dukungan dan sinergi gerakan koperasi semakin optimal,” jelasnya.
Sementara itu, perkembangan KDKMP di Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif. Dari total 376 KDKMP yang telah terbentuk, sebanyak 23 koperasi telah beroperasi secara aktif dengan menjalankan kegiatan usaha, mulai dari perdagangan, simpan pinjam, hingga rekrutmen anggota.
“Operasional bukan hanya memiliki badan hukum, tetapi sudah ada aktivitas ekonomi yang berjalan. Beberapa KDKMP seperti di Desa Cilimus, Kelurahan Ciporang, dan Puncak sudah mulai bergerak melayani masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, koperasi harus menjadi budaya ekonomi masyarakat. Dengan tata kelola yang profesional, koperasi diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Sebagai contoh keberhasilan, Toni menyebut Koperasi Produksi Karya Nugraha di Kecamatan Cigugur yang dinilai mampu menjalankan manajemen secara profesional, memiliki anggota yang terus bertambah, perputaran usaha yang sehat, serta mampu memberikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya secara berkelanjutan.
“Koperasi Karya Nugraha menjadi role model yang patut dicontoh. Kami berharap koperasi lain mampu mengikuti keberhasilan tersebut sehingga koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Kuningan diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku koperasi, dan masyarakat dalam mewujudkan koperasi yang modern, profesional, serta berdaya saing sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.(Heryanto)


















