Terkait musim kemarau, Wahyu menyebut hingga saat ini belum ada laporan kekeringan maupun puso di Kabupaten Kuningan. Namun demikian, pihaknya terus melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama dan penyakit tanaman yang sejak awal tahun telah dilaksanakan hampir 180 kali.
Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Kuningan, Kento Subarman, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan penerapan inovasi teknologi.
“Jaga tradisi, kembangkan inovasi. Tradisi menjadi bagian dari rasa syukur dan etika bertani, sedangkan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kita ingin menghapus stigma bahwa petani identik dengan kemiskinan dan membangun petani yang sejahtera,” ungkapnya.
Menurut Kento, HKP menjadi sarana evaluasi bersama untuk memperbaiki berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai belum sepenuhnya merata.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, yang menegaskan pentingnya pengawasan terhadap ketersediaan pupuk bagi petani.
“Pupuk masih menjadi kebutuhan utama petani. Fungsi pengawasan DPRD akan terus kami lakukan agar petani tidak mengalami kesulitan mendapatkan pupuk,” katanya.
Di sisi lain, Dewan Pakar KTNA Kabupaten Kuningan, Uun Sunarun, mengajak petani untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurutnya, sejumlah kelompok tani di Kuningan telah berhasil menerapkan pertanian ramah lingkungan dengan memproduksi pupuk organik secara mandiri dari limbah pertanian dan jerami.
“Kami ingin petani memiliki usaha tani yang lebih menguntungkan, kelembagaan yang mandiri dan tangguh, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan ada petani yang sudah empat hingga lima musim tanam tidak membeli pupuk kimia karena mampu membuat pupuk sendiri,” jelasnya.
Uun juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Di usianya yang telah mencapai 73 tahun, ia mengaku masih terus berupaya memotivasi generasi muda agar tertarik menekuni sektor pertanian yang kini semakin modern dan menjanjikan.
Melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 ini, seluruh pemangku kepentingan berharap sektor pertanian Kabupaten Kuningan semakin maju, produktif, dan mampu menarik minat generasi muda sebagai penerus pembangunan pertanian di masa depan.(Heryanto)


















