Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dan disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Pemerintah, kata Menteri Meutya, saat ini tengah memperkuat kemandirian nasional melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga perlindungan generasi muda di ruang digital.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah perlindungan anak di era digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi tersebut menjadi langkah nyata negara dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital.
Bupati Dian pun mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, agar tidak lengah menghadapi perkembangan teknologi informasi. Literasi digital, menurutnya, harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif yang dapat memecah persatuan bangsa.
“Semangat kebangkitan nasional hari ini harus diwujudkan dengan menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menggunakan teknologi secara bijak demi masa depan bangsa,” ujarnya.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Kuningan tahun 2026 menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, karakter kebangsaan, serta kedaulatan bangsa di era transformasi digital.(Heryanto)


















