Tak hanya menghadapi keterbatasan fisik dan ekonomi, Ibu Arni juga pernah mengalami musibah ketika rumah yang ditempatinya roboh akibat bencana. Pemerintah desa bersama warga kemudian bergotong royong membantu memperbaiki rumah tersebut agar kembali layak dihuni.
“Waktu itu atap rumahnya roboh. Dari desa ada bantuan, masyarakat juga swadaya membantu pembangunan kembali rumahnya,” kata Wahyudin.
Menurutnya, pihak desa juga telah mengajukan bantuan tambahan kepada dinas terkait dan Baznas Kabupaten Kuningan guna membantu kebutuhan renovasi rumah Ibu Arni secara lebih maksimal. Bahkan, pihak dinas disebut telah melakukan survei langsung ke lokasi.
“Kami merasa prihatin. Beliau tunarungu, tunawicara, dan tinggal sendiri. Karena itu kami terus berupaya mengajukan bantuan agar rumahnya benar-benar layak,” tambahnya.
Kini, sebagian rumah Ibu Arni telah diperbaiki. Atap dan bagian bangunan yang sebelumnya roboh tampak sudah menggunakan material baru hasil bantuan pemerintah desa dan swadaya masyarakat.
Kisah hidup Ibu Arni menjadi gambaran nyata tentang perjuangan warga kecil di pelosok desa yang bertahan dalam keterbatasan. Di tengah kesunyian yang ia jalani setiap hari, kepedulian warga dan perhatian pemerintah menjadi harapan agar ia tetap bisa menjalani hidup dengan lebih layak dan aman.(Heryanto)


















