Ia menegaskan, Pemuda Pancasila ingin menunjukkan bahwa di tengah berbagai pandangan terhadap organisasi, kepedulian dan kelembutan hati tetap menjadi bagian penting dari pengabdian.
“Bioskop Bisik ini maknanya kesetaraan. Kita semua sama. Pemuda Pancasila ingin saudara-saudara kita merasakan kebahagiaan dan perhatian yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., mengapresiasi kontribusi Pemuda Pancasila dan Srikandi dalam menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.
Menurutnya, Pemuda Pancasila harus terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik dalam menjaga kondusivitas wilayah maupun memperkuat pemberdayaan sosial dan ekonomi. Srikandi juga memiliki peran penting dalam penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan sosial.
Tuti menegaskan, penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Mereka bukan sekadar tamu undangan, melainkan saudara yang memiliki hak dan kesempatan yang sama.
“Tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang ditinggalkan. Mereka sama seperti kita. Mari berjalan beriringan, bersatu, dan bersama-sama menjadikan Indonesia lebih maju,” tegasnya.
Tak hanya menghadirkan hiburan, Pemkab Kuningan juga mendorong perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Tuti menyebutkan, lima penyandang disabilitas telah bekerja di salah satu perusahaan di Brebes.
Pemerintah daerah melalui sinergi dengan Disnakertrans akan terus mendorong agar penyandang disabilitas memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Melalui momentum HUT Pemuda Pancasila ke-67 dan HUT Srikandi ke-43, kegiatan Bioskop Bisik menjadi pesan bahwa kepedulian bukan sekadar slogan. Kebersamaan dan kesetaraan harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar setiap warga dapat merasakan kebahagiaan dan kesempatan yang sama.(Heryanto)

















