Menanggapi peluang dirinya kembali memimpin Golkar Kuningan, Asep mengaku siap apabila kembali mendapat amanah dari para pemilik suara. Namun, ia menegaskan seluruh proses harus berjalan secara terbuka dan demokratis.
“Kalau nanti kembali diberikan kepercayaan tentu saya siap mengemban amanah. Tetapi saya juga belum mengetahui bagaimana aspirasi para Ketua PK maupun pemilik suara lainnya. Semua masih berproses. Kalau ada kader lain yang maju, itu hak setiap kader. Kompetisi di Golkar berlangsung sehat dan terbuka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, syarat pencalonan Ketua DPD telah diatur dalam AD/ART partai, salah satunya harus memiliki pengalaman sebagai pengurus harian dalam kurun waktu tertentu. Ketentuan tersebut dibuat untuk memastikan kepemimpinan partai lahir dari kader yang memiliki rekam jejak dan pengalaman organisasi.
Selain membahas persiapan Musda, Asep juga menyoroti proses kaderisasi yang terus berjalan di tubuh Partai Golkar. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan berlangsung melalui berbagai organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan partai, seperti AMPI, AMPG, KPPG, Al Hidayah, Kosgoro, MKGR, dan SOKSI.
“Regenerasi di Golkar berjalan dengan baik. Banyak generasi muda yang kini aktif di organisasi-organisasi tersebut sebagai ruang pembinaan sebelum nantinya mengemban tanggung jawab di kepengurusan partai,” jelasnya.
Dengan seluruh perangkat Musda yang telah siap, DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan kini hanya menanti keputusan resmi DPD Partai Golkar Jawa Barat. Musda mendatang akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Kuningan untuk lima tahun ke depan, sekaligus menguatkan konsolidasi partai menghadapi agenda politik berikutnya.(Heryanto)


















