Ia memperkenalkan konsep “BERSEPEDA” sebagai arah gerakan bersama, yakni Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai.
“Cilimus ini adalah gerbang utara Kuningan. Wajah daerah terlihat dari sini, sehingga kebersihan dan kerapihan harus menjadi prioritas,” tegas Bupati.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan melalui olahraga serta memperkuat solidaritas sosial melalui program GEMASA DULUR, yang menyasar kaum duafa, lansia, dan masyarakat rentan.
“Kalau lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan kepedulian tumbuh, maka suasana damai dan harmonis akan tercipta,” ungkapnya.
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Dian mengakui masih ada sejumlah program yang perlu dituntaskan dan membutuhkan dukungan masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungan agar pembangunan ke depan bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga menyinggung rencana penataan Alun-alun Kecamatan Cilimus sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah kawasan publik di wilayah tersebut.
Bupati menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah yang dirangkaikan dengan bersepeda akan terus diperluas ke seluruh wilayah Kuningan.
“Kegiatan ini kita mulai dari bersepeda, jalan santai, silaturahmi, memantau kebersihan, hingga berbagi dengan masyarakat. Ini akan terus kita gelorakan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin semata.
“Kami ingin ini bukan sekadar program, tetapi menjadi tradisi yang hidup dan melekat di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan penataan lingkungan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.(Heryanto)


















