“Liga 3 akan jauh lebih berat. Karena itu, setelah kompetisi ini selesai, tim harus dievaluasi secara menyeluruh agar lebih siap bersaing,” katanya.
Plt. Kadispora menambahkan, evaluasi tidak hanya menyentuh aspek teknis pemain, tetapi juga pembenahan manajemen agar PESIK memiliki fondasi yang lebih kuat menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
“Pemain akan dievaluasi, begitu juga manajemennya. Kita ingin PESIK tidak sekadar lolos ke Liga 3, tetapi mampu berkiprah dan bersaing secara maksimal,” tegasnya.
Terkait kemungkinan mendatangkan pemain baru, termasuk pemain asing, ia menyebut hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen klub karena pengelolaan PESIK saat ini telah terpisah dari pemerintah daerah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyiapkan penyambutan khusus bagi skuad PESIK sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka. Tim dijadwalkan tiba dan disambut secara resmi pada Minggu sore di kawasan Tugu Ikan Kuningan.
Suasana nobar di Taman Kota pun berlangsung penuh semangat. Masyarakat yang tidak dapat hadir langsung ke lokasi pertandingan tetap memberikan dukungan hingga peluit akhir berbunyi. Meski gagal membawa pulang trofi juara, keberhasilan PESIK menembus Liga 3 dianggap sebagai sejarah baru yang membanggakan bagi dunia olahraga Kabupaten Kuningan.
Dengan capaian tersebut, harapan besar kini tertuju pada proses pembenahan tim dan manajemen agar PESIK Kuningan mampu tampil lebih kompetitif dan membawa nama daerah semakin bersinar di kancah sepak bola nasional.(Heryanto)


















