ELTV SATU | | KUNINGAN – Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan yang baru, Eris Sugiyanto, A.Md.I.P., S.H., M.Si., menegaskan komitmennya membuka akses komunikasi dan memperkuat sinergi dengan insan media.

Hal itu disampaikan Eris saat Media Gathering Lapas Kelas IIA Kuningan bersama wartawan se-Wilayah III Cirebon, Selasa (22/9/2026), di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan.
Dalam dialog tersebut, sejumlah wartawan berharap pola komunikasi antara Lapas dan media kembali terbuka, termasuk pelibatan wartawan dalam kegiatan yang memiliki nilai informasi bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Eris menegaskan media akan dilibatkan dalam kegiatan Lapas yang memiliki nilai edukasi dan informasi publik.
“Media itu akan saya buka aksesnya. Kalau ada kegiatan yang memang punya nilai informasi dan bisa disebarkan kepada masyarakat, rekan-rekan media akan kami undang,” ujar Eris.
Ia menegaskan, keterbukaan tersebut tetap harus berjalan dengan menjaga aturan dan keamanan Lapas. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun kepercayaan publik.
Eris juga memastikan tidak akan menghentikan program pembinaan yang telah berjalan. Sebaliknya, program lama akan dievaluasi dan diperkuat, terutama di sektor ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan.
“Program yang sudah ada tidak akan saya hilangkan. Saya hanya ingin memaksimalkan yang belum berjalan dengan sarana dan prasarana yang sudah tersedia,” katanya.
Sejumlah program pangan seperti budidaya sayuran, ikan dan ayam petelur akan terus dikembangkan. Sementara itu, kawasan Palutungan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan program kemandirian Lapas.
Di lahan sekitar dua hektare tersebut, Lapas mulai menyiapkan pakan ternak dan merancang pengembangan sapi perah serta sapi potong. Untuk sapi perah, Lapas juga tengah menjajaki pelatihan pengolahan susu segar menjadi susu pasteurisasi bersama pihak terkait.
Menurut Eris, program tersebut bukan sekadar kegiatan produksi, tetapi diarahkan menjadi sarana pembinaan sekaligus membuka peluang kerja bagi warga binaan.

















