Antusiasme masyarakat juga menjadi sorotan. Ribuan warga tetap bertahan menyaksikan pawai hingga rangkaian acara berakhir, meski pelaksanaan berlangsung sekitar lima jam.
Bagi Dian, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa perayaan Hari Jadi tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, tetapi telah menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya.
Selain budaya dan tata kelola pemerintahan, isu lingkungan turut menjadi pesan penting dalam karnaval. Dian menegaskan bahwa kekuatan Kuningan tidak hanya berada pada keindahan alamnya, tetapi juga pada budaya dan tradisi yang hidup serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, terkait aspirasi masyarakat mengenai penyelenggaraan Night Festival, Dian mengungkapkan bahwa Pemkab Kuningan tengah menyiapkan agenda festival yang lebih besar.
“InsyaAllah, mohon doa. Saya tengah merencanakan bulan depan ada festival internasional. Kita upayakan non-APBD. Saya ingin Kuningan melejit, melesat ke depan dengan segala potensi yang ada,” ungkapnya.
Dian optimistis Kuningan memiliki modal besar untuk berkembang, mulai dari kekayaan alam, sumber daya manusia, ekonomi kreatif, seni budaya hingga potensi pariwisata.
“Potensi kita luar biasa. Tinggal memberikan sentuhan dan dorongan. InsyaAllah Kuningan bisa sejajar dengan kabupaten/kota lainnya,” katanya.
Di akhir keterangannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan insan media yang turut mengawal serta mempublikasikan rangkaian Hari Jadi Kuningan ke-528.
Ia berharap kemeriahan peringatan Hari Jadi tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi mampu melahirkan semangat baru untuk membangun Kuningan secara bersama-sama.
“Terima kasih kepada media yang telah membantu dan mendorong terciptanya suasana Hari Jadi Kuningan yang betul-betul meriah. Mudah-mudahan bermanfaat untuk semua,” pungkasnya.(Heryanto)

















