Ia menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan dalam karakter setiap generasi penerus bangsa, bukan sekadar menjadi ingatan sejarah semata.
“Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah,” ujar Dandim membacakan amanat Menpora RI.
Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa kemajuan sejati dimulai dari manusia dan karakternya—dari hati yang mencintai tanah air, jiwa yang pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.
Ada tiga pilar utama karakter yang harus dimiliki pemuda masa depan, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
“Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan berempati yang tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, melainkan juga merasakan kesulitan saudaranya,” tegasnya.
Menutup amanat tersebut, para pemuda di Majalengka dan seluruh penjuru tanah air diserukan untuk bermimpi setinggi langit, bekerja keras, serta menjadi pribadi yang kuat namun tetap memiliki kelembutan hati.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, sekaligus bersedia melayani. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” pungkasnya, diiringi ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. (Pendim_0617/VC)

















