“Untuk Ajeng, kemungkinan bertemu Bekasi tidak bisa dihindari. Tetapi kami siap bertarung maksimal. Pada babak kualifikasi kemarin, kita juga berhasil mengalahkan Bekasi,” tegasnya.
Porprov XV menjadi momentum bersejarah bagi kick boxing Kuningan karena merupakan keikutsertaan pertama cabang olahraga tersebut di ajang Porprov. Meski demikian, Kuningan telah memiliki pengalaman prestasi melalui atlet yang meraih medali perunggu pada PON Aceh.
Dari sembilan atlet yang dipersiapkan, lima merupakan atlet asli Kuningan dan empat lainnya berasal dari luar daerah.
Eris menyebut kick boxing kini menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Kuningan. Karena itu, dukungan dari Bupati Kuningan melalui KONI serta berbagai pihak menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik.
Selain persiapan teknis, KBI Kuningan juga tengah mengupayakan bonus bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Saat ini, KBI Kuningan memiliki sasana di kawasan Cafe Kozi, Jalan Djuanda, dengan lebih dari 300 anggota. Sekitar 30 atlet potensial terus dibina untuk memperkuat prestasi kick boxing Kuningan di berbagai kejuaraan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, KBI Kuningan menatap Porprov XV 2026 dengan optimisme tinggi. Target dua medali menjadi pijakan awal, sementara peluang meraih hasil lebih besar menjadi motivasi sembilan atlet untuk tampil maksimal di arena pertandingan.(Heryanto)

















