Sementara itu, Eris Rismayana, S.T., M.M., Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program literasi di Desa Sagaranten.
Ia menilai keberadaan TBM menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Kepala Desa Sagaranten turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas dedikasi dan pengabdian yang diwujudkan melalui pembangunan Taman Baca Masyarakat. Pemerintah desa, kata dia, berkomitmen menjaga keberlangsungan TBM serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Samsi Nugraha, perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Ciwaru. Ia menegaskan bahwa budaya membaca harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bekal utama membangun generasi yang berwawasan luas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Bima Sakti Desa Sagaranten, Agil, yang mengajak para pemuda memanfaatkan TBM sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan, kader pendidikan, serta masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti bahwa pembangunan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Melalui program ini, KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Keberadaan Taman Baca Masyarakat diharapkan menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu meningkatkan minat baca, memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, serta melahirkan generasi Desa Sagaranten yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(Heryanto)


















