“Kami tetap bersikeras bahwa Tugu Bola Dunia ini bukan sesuatu yang dipatenkan atau menjadi cagar budaya. Jadi masih bisa kita perbaiki,” tegas Putu.
Ia mengatakan penggantian tersebut dimaksudkan untuk menampilkan identitas lokal Kuningan. Patung kuda direncanakan menjadi bagian utama dari wajah baru kawasan tersebut.
Rencana itu bahkan telah disiapkan melalui anggaran perubahan. Putu menyebut pembangunan patung kuda membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp50 juta, dengan tinggi patung direncanakan mencapai sekitar 3,2 meter.
Sementara pekerjaan penataan sebelumnya memiliki pagu sekitar Rp200 juta, dengan nilai kontrak sekitar Rp190 juta.
“Untuk kudanya Rp50 juta. Kalau yang ini dianggarkan Rp200 juta, kontraknya kurang lebih Rp190 jutaan,” ungkapnya.
Putu mengakui hasil akhir patung kuda akan menjadi perhatian publik, terlebih proyek tersebut telah menuai polemik. Karena itu, pihaknya mengaku akan memastikan desain dan hasil pekerjaan dapat tampil lebih baik.
“Menjadi satu tantangan bagi kami PUTR kalau kuda ini tingginya 3,2 meter. Izinkan kami untuk memperbaiki ini supaya lebih bagus. Kalau kudanya jadi kurang baik, kan menjadi bumerang bagi kami,” katanya.
Di tengah polemik tersebut, Komisi III DPRD Kuningan belum memberikan kesimpulan akhir. Hasil sidak dan pengumpulan bahan serta keterangan di lapangan akan terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.(Heryanto)

















